Pandemi global masa lalu memberikan pelajaran berharga bagi ketahanan kesehatan nasional: lebih dari 90% Bahan Baku Obat (BBO) Indonesia masih bergantung pada pasokan impor dari India dan Tiongkok. Ketika rantai pasok global terganggu, stabilitas produksi obat esensial dalam negeri menghadapi ancaman kelangkaan yang serius.

Hilirisasi Bahan Baku Obat Sintetis dan Biologis

Langkah percepatan kemandirian farmasi nasional digerakkan melalui sinergi industri petrokimia domestik dan BUMN farmasi:

  • Pabrik BBO Kimia Dasar: Memproduksi molekul parasetamol, amoksisilin, dan atorvastatin menggunakan bahan prekursor dari industri kimia hilir lokal.
  • Biosimilar dan Vaksin Berbasis mRNA: Membangun fasilitas bioreaktor kultur sel mamalia untuk menghasilkan protein rekombinan dan antibodi monoklonal mandiri.

Revolusi Sistem Penghantaran Obat Berbasis Nanoteknologi

Penerapan nanopartikel polimer biodegradable (seperti nanopartikel kitosan dari limbah cangkang udang lokal) memungkinkan zat aktif obat dihantarkan tepat ke organ target (targeted drug delivery). Teknologi ini memaksimalkan efektivitas terapi medis sekaligus meminimalkan dosis dan efek samping toksik pada organ ginjal dan hati.