Dunia kerja korporat dan kantor modern adalah ekosistem yang luar biasa unik. Di sinilah satu-satunya tempat di muka bumi di mana orang-orang bisa saling melempar kalimat yang terdengar sangat santun dan profesional, padahal di baliknya tersimpan jeritan batin serta kepanikan tingkat dewa.
Agar para pejuang nafkah dan budak korporat tidak tersesat dalam rimba diplomasi kantor, Tim Redaksi KliksPedia telah menyusun Kamus Rahasia Bahasa Korporat Terpadu edisi terlengkap.
1. "Noted with Thanks"
Secara harfiah artinya: Dicatat dengan penuh terima kasih.
Arti sebenarnya di lapangan: “Saya sudah baca pesan kamu, tapi sejujurnya saya belum punya niat sedikit pun untuk mengerjakannya dalam waktu dua jam ke depan. Tolong jangan ganggu saya dulu.”
2. "Mohon Dibantu ASAP Ya Mas/Mbak"
ASAP adalah singkatan dari As Soon As Possible.
Arti sebenarnya: “Saya lupa mengerjakan tugas ini sejak hari Selasa lalu, sekarang bos besar menagihnya di meja saya, jadi tolong selesaikan dalam waktu lima belas menit sebelum saya jantungan.”
3. "Mari Kita Touch Base Sebentar"
Istilah keren yang sering dipakai manajer muda berjiwa startup.
Arti sebenarnya: “Mari kita duduk berdua atau masuk ke ruang meeting dadakan untuk membahas masalah sepele yang sebenarnya bisa selesai lewat satu kalimat pesan WhatsApp.”
4. "Sesuai Diskusi Kita Kemarin..."
Kalimat pembuka sakti di awal email konfirmasi.
Arti sebenarnya: “Saya sengaja menulis ini di email dan menaruh CC ke seluruh jajaran direksi agar kamu tidak bisa mengelak atau pura-pura pikun kalau pekerjaan ini nantinya berantakan.”
5. "Meeting Singkat 15 Menit Aja Kok"
Undangan meeting di Google Calendar tepat pukul 16.45 sore.
Arti sebenarnya: “Siapkan mental dan camilan, karena meeting ini dijamin akan molor sampai adzan Isya berkumandang, membahas hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan agenda utama.”
6. "Mungkin Kita Bisa Pivot Sedikit"
Kata favorit di agensi digital dan industri kreatif.
Arti sebenarnya: “Semua kerja keras tim lembur semalaman kemarin dinyatakan tidak berguna oleh klien, jadi mari kita mulai semuanya dari nol lagi tanpa tambahan bonus.”
Seni Bertahan Hidup di Kantor
Bekerja memang butuh keahlian teknis dan dedikasi, namun bertahan hidup di dunia perkantoran membutuhkan satu hal yang jauh lebih krusial: kemampuan menahan tawa saat membaca email bernada pasif-agresif. Jika hari ini Anda merasa lelah, ingatlah filosofi kuno para pekerja: secangkir kopi di pagi hari dan setetes gaji di tanggal dua puluh lima adalah alasan kita tetap melangkah tegap!