Misteri Suara Langkah di Lorong Kost Malam Jumat: Bukan Kuntilanak, Tapi Rebutan Mi Instan

KP

Tim Redaksi Humor & Cerpen KliksPedia

✓ Terverifikasi Redaksi

06 Oct 2026 4 menit baca
Misteri Suara Langkah di Lorong Kost Malam Jumat: Bukan Kuntilanak, Tapi Rebutan Mi Instan

Malam Jumat Kliwon di Kost Makmur Sejahtera selalu memiliki aura yang istimewa. Terletak di ujung gang sempit dekat pohon mangga tua, bangunan dua lantai bercat hijau lumut ini kerap menyimpan cerita-cerita misteri yang diwariskan dari satu generasi mahasiswa ke generasi berikutnya.

Suasana Mencekam Pukul Dua Pagi

Dian, mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang melawan bab empat skripsinya, menatap layar laptop dengan mata panda yang tinggal lima watt. Jam dinding berdetik monoton menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Di luar jendela, rintik gerimis turun perlahan diselingi hembusan angin malam yang membuat pintu kamar berderit pelan.

Tiba-tiba, dari arah lorong depan kamar nomor sembilan, terdengar suara gesekan misterius: Sreeek... sreeek... klesek...

Bulu kuduk di tengkuk Dian langsung meremang. Pasalnya, lorong kost sedang gelap gulita karena lampu utama sengaja dimatikan oleh bapak kost demi efisiensi tagihan listrik pascabayar. Dian teringat cerita seniornya tentang sosok penunggu sumur belakang kost yang konon gemar berjalan ngesot mencari selendang yang hilang.

Sosok Putih di Balik Pintu Dapur

Rasa penasaran bercampur takut mendorong Dian mengintip lewat celah ventilasi udara di atas pintu. Di keremangan cahaya bulan yang menembus jendela kaca, tampak sesosok bayangan putih tinggi bergerak perlahan menuju dapur umum.

Gerakannya melayang pelan tanpa suara langkah kaki yang jelas. Sosok itu kemudian berhenti tepat di depan rak lemari gantung tempat para penghuni kost menyimpan perbekalan logistik akhir bulan.

Dengan tangan gemetar, Dian meraih botol air mineral kosong berukuran 1,5 liter sebagai senjata pertahanan diri darurat. Ia melangkah berjinjit keluar kamar, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika harus beradu silat dengan entitas astral.

Kreeek... bunyi pintu lemari terbuka.

Dian menelan ludah. Ia sudah bersiap melafalkan segala macam doa penolak bala yang pernah diajarkan guru ngajinya di kampung halaman.

Plot Twist Beraroma Bawang Goreng

Namun tepat saat Dian melompat ke sudut dapur sambil mengangkat botol mineralnya tinggi-tinggi, terdengar suara bisikan lirih:

“Bro, punya telur satu butir nggak? Gue ganti besok siang sehabis dari ATM...”

Dian terpaku. Sosok putih berbulu yang ia sangka hantu legendaris ternyata adalah Budi, kawan satu jurusannya dari kamar sebelah. Budi sedang mengenakan selimut motif awan putih karena kedinginan sehabis begadang main game, sambil tangan kanannya memegang sebungkus mi instan rasa kari ayam.

“Astaga Budi! Kamu mau bikin aku mati muda kena serangan jantung?!” semprot Dian sambil melempar botol plastik ke arah Budi.

“Ya ampun Dian, santai bro. Perut gue bunyi dari tadi jam satu, di kamar nggak ada makanan kecuali obat nyamuk bakar. Pas ke dapur, ternyata mi instan tinggal sebungkus ini. Jangan teriak-teriak dong, ntar anak kamar atas pada bangun terus ikutan minta jatah kuah!”

Solidaritas Tanggal Tua

Ketegangan horor malam itu pun resmi berakhir damai di atas kompor gas satu tungku. Dian yang awalnya ketakutan dan mengantuk mendadak bersemangat mengeluarkan sebutir telur terakhir dari simpanannya di kamar. Mereka berdua duduk lesehan di lantai dapur yang dingin, menyantap semangkuk mi instan kuah panas berdua beralaskan tutup panci.

Terkadang, hal paling menakutkan bagi anak kost bukanlah penampakan makhluk halus di lorong malam hari, melainkan bunyi perut keroncongan di tanggal tua saat saldo rekening tinggal empat belas ribu rupiah!

Standar Editorial & Kredibilitas

Artikel ini disusun dan diverifikasi oleh Tim Redaksi Humor & Cerpen KliksPedia dengan prinsip akurasi, riset mendalam, serta bebas dari plagiasi.

Bagikan Artikel:
WA TG